Tanggap Darurat Banjir Pekalongan: Bupati Fadia Pastikan Logistik dan Kesehatan Pengungsi Terjamin
Pekalongan Media, Tirto - Pemerintah Kabupaten Pekalongan bergerak cepat dalam menangani dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah. Pada Senin (19/01/2026), Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, melakukan inspeksi mendadak ke Dapur Umum di Gudang Sukun, Kecamatan Tirto, untuk memastikan kebutuhan logistik pengungsi terpenuhi secara layak.
Fokus pada Kualitas Gizi dan Distribusi Makanan
Dalam kunjungannya, Bupati Fadia memantau langsung proses pengolahan makanan hingga ketersediaan stok bahan pangan. Ia menegaskan bahwa distribusi makanan harus berjalan tepat waktu agar warga terdampak tidak kekurangan asupan.
Baca Juga : Jawa Tengah Kunci Swasembada Pangan Nasional, Bupati Pekalongan Ikut Teken Komitmen Bersama
"Kami ingin memastikan proses di dapur umum berjalan baik, mulai dari ketersediaan bahan hingga pendistribusiannya ke para pengungsi. Komunikasi dengan relawan terus kita jaga agar kebutuhan dasar warga terpenuhi," ujar Fadia.
Kecamatan Tirto Jadi Wilayah Terparah
Berdasarkan pantauan lapangan, Bupati mengungkapkan bahwa Kecamatan Tirto merupakan wilayah dengan dampak banjir paling signifikan. Selain Tirto, wilayah lain seperti Siwalan, Sragi, dan Wonokerto juga mengalami kondisi serupa akibat letak geografis yang dekat dengan pesisir dan kepadatan penduduk.
Di saat yang bersamaan, Wakil Bupati Pekalongan, Sukirman, juga membagi tugas dengan meninjau titik-titik pengungsian lainnya, termasuk di Kelurahan Sragi, Kecamatan Siwalan, hingga kawasan pabrik Lokatex.
Baca Juga : Bupati Pekalongan Teken MoU Ketahanan Pangan Jateng 2026, Siap Perkuat Produksi Daerah
Subsidi Pemerintah: Dari Sembako Hingga Layanan Kesehatan
Pemkab Pekalongan berkomitmen memberikan dukungan maksimal melalui berbagai subsidi bantuan. Bupati Fadia merinci bahwa bantuan yang disalurkan tidak hanya berupa makanan siap saji, tetapi juga kebutuhan spesifik bagi kelompok rentan.
"Pemerintah mensubsidi semaksimal mungkin. Mulai dari operasional dapur umum, sembako, hingga kebutuhan bayi seperti susu dan popok (pampers). Kami juga menyediakan selimut bagi warga di pengungsian," jelasnya.
Baca Juga : Pemkab Pekalongan Ikuti Presentasi Penanganan Kawasan Kumuh 2026, Siapkan Desa Pilot Project
Selain logistik, aspek kesehatan menjadi prioritas utama. Bupati menginstruksikan agar setiap titik dapur umum wajib disertai dengan posko layanan kesehatan.
"Di mana ada dapur umum, di situ harus ada layanan kesehatan. Kami ingin memastikan kondisi fisik warga, terutama anak-anak dan lansia, tetap terpantau dengan baik selama masa darurat banjir ini," pungkas Fadia.
Belum ada Komentar
Posting Komentar