OTT KPK di Semarang: Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Diamankan, Proyek Pengadaan Jadi Sorotan

bupati Pekalongan fadia Arafiq  terkena OTT KPK

Pekalongan Media, Kajen - Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi kembali mengguncang pemerintahan daerah. Kali ini, giliran Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, yang terjaring dalam operasi senyap di wilayah Semarang, Jawa Tengah, Selasa (3/3/2026) dini hari.

Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan total 11 orang yang diduga terlibat dalam perkara dugaan korupsi proyek pengadaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.

Sekda dan Unsur Swasta Ikut Diamankan

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa dari 11 orang yang diamankan, terdapat unsur aparatur sipil negara (ASN) dan pihak swasta. Salah satu pejabat penting yang ikut diamankan adalah HM Yulian Akbar selaku Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan.

“Tim saat ini sedang dalam perjalanan membawa 11 orang dari Pekalongan menuju Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan,” ujar Budi di Gedung Juang KPK, Jakarta.

Baca Juga : Setahun Fadia–Sukirman Pimpin Kabupaten Pekalongan, Deretan PR Infrastruktur hingga Penanganan Banjir Jadi Fokus 2026

Seluruh pihak yang diamankan kini menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, untuk menentukan status hukum mereka dalam waktu 1x24 jam sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Fadia Ditangkap Lebih Dulu, Masuk Lewat Pintu Belakang

Sebelumnya, Fadia Arafiq lebih dahulu ditangkap bersama ajudan dan orang kepercayaannya di wilayah Semarang. Ketiganya tiba di Gedung KPK sekitar pukul 10.22 WIB dan langsung menjalani pemeriksaan.

Berbeda dari biasanya, rombongan tersebut memasuki gedung melalui pintu belakang, langkah yang jarang terlihat dalam penanganan kasus serupa dan memicu perhatian publik.

Dugaan Korupsi Proyek Pengadaan

KPK memastikan OTT ini berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek pengadaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Meski demikian, lembaga antirasuah belum merinci nilai proyek, modus operandi, maupun pihak pemberi dan penerima yang diduga terlibat.

Baca Juga : Fadia Arafiq Salurkan Bantuan ke Pengungsi Banjir Wonokerto, Pastikan Logistik dan Pompa Air Tetap Berjalan

Dalam operasi tersebut, penyidik turut menyita sejumlah barang bukti berupa kendaraan dan barang bukti elektronik (BBE). Namun hingga kini, KPK belum membeberkan secara detail jenis kendaraan maupun perangkat elektronik yang diamankan.

Dampak Politik dan Pemerintahan

Penangkapan kepala daerah aktif dan Sekda sekaligus berpotensi memengaruhi stabilitas birokrasi dan jalannya roda pemerintahan di Kabupaten Pekalongan. Pengelolaan proyek pengadaan yang menjadi tulang punggung pembangunan daerah kini menjadi sorotan publik.

KPK juga menyatakan masih melakukan pengembangan kasus dan membuka kemungkinan adanya pihak lain yang turut terlibat.

“Kami mengimbau para pihak untuk kooperatif agar proses penanganan perkara di tahap penyelidikan ini dapat berjalan efektif,” tegas Budi.

Hingga berita ini diturunkan, pemeriksaan terhadap 11 orang yang diamankan masih berlangsung intensif untuk menentukan status hukum masing-masing.


Penulis : Sigit Bram - Editor : Marwan Hamid

Belum ada Komentar

Posting Komentar

Terima Kasih telah berkunjung ke Pekalongan Media.com, kantor berita Pekalongan. Silahkan tinggalkan komentar anda terkait artikel maupun berita yang baru saja dibaca. Redaksi kami menerima kiriman berita, artikel atau informasi lainnya. Silahkan hubungi kontak kami

Iklan Atas Artikel

yamaha

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel