Plt. Bupati Sukirman : Paguyuban Mitra MBG untuk Perkuat Koordinasi dan Komunikasi

bupati sukirman paguyuban mitra mbg

PEKALONGANMEDIA.COM - Pemerintah Kabupaten Pekalongan menggelar rapat koordinasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Aula Lantai I Setda Kabupaten Pekalongan, Kamis (1/10/2026) sore. 

Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan,Sukirman, mengatakan rapat tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk terus melakukan koordinasi dengan para pelaksana dan mitra MBG. 

“Ini untuk koordinasi kesekian kalinya. Kita bisa memberikan brainstorming saja. Artinya, apa yang kira-kira bisa kita eksplor, persoalan-persoalan apa di tingkat bawah yang bisa kita gali untuk kemudian kita carikan solusinya bersama-sama,” kata Sukirman.

Baca Juga : Gubernur Jateng Kumpulkan Kepala Daerah Bahas Pajak Kendaraan dan Alih Fungsi Lahan Sawah

Sukirman menegaskan, kepatuhan terhadap SOP menjadi hal penting untuk memastikan pelaksanaan MBG berjalan sesuai ketentuan. Menurutnya, evaluasi perlu dilakukan secara bersama-sama agar berbagai persoalan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti. 

“Alhamdulillah memang Kabupaten Pekalongan relatif tidak terlalu banyak persoalan yang terkait dengan misalnya keracunan dan seterusnya. Tetapi SOP beberapa dari para mitra ini memang beberapa kali kita tegur dan bahkan ada yang kita suspend begitu,” ujarnya.

Ia juga mendorong terbentuknya forum atau paguyuban mitra MBG sebagai wadah komunikasi dan koordinasi antara pemerintah daerah, SPPG, dan para mitra. Paguyuban ini sebagai keniscayaan yang harus didorong. 

Baca Juga : Wabup Pekalongan Hadiri Rakor BGN, Tegaskan Pengawasan Ketat Program MBG dan Larangan Monopoli Bahan Baku

Selain aspek keamanan pangan, Sukirman menekankan pentingnya keterlibatan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok MBG, mulai dari pedagang ikan, ayam, telur, beras hingga komoditas pangan lainnya. 

“Ini yang menjadi cita-cita kita bersama. Apakah memang kita sudah mampu mengakomodir atau memberikan privilege kepada para pedagang yang kita miliki, entah itu pedagang ikan, pedagang ayam, pedagang telur, beras dan macam-macamnya. Apakah secara bergiliran barang dagangannya bisa dibeli oleh para mitra? Itu sebenarnya garis tebalnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Korwil BGN, Nauf Mawla Sidqi dalam pemaparannya menyebutkan bahwa dari total 115 SPPG yang telah terbentuk, sebanyak 98 SPPG telah berjalan. Program MBG tersebut saat ini telah menjangkau 210.334 penerima manfaat, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA, balita, hingga ibu hamil dan menyusui.

Baca Juga : Dapur MBG di Pekalongan Disorot, Pemkab Turun Tangan Cegah Risiko Kesehatan

"MBG ini salah satu penggerak roda ekonomi yang ada di Kabupaten, Pak, tapi nyatanya 41 persen supplier itu dari luar Kabupaten. Artinya kan ada uang yang keluar dari Kabupaten. Ini mungkin bisa ditindaklanjuti,” ujarnya. 

Dalam rapat tersebut, perwakilan mitra dan SPPG menyampaikan sejumlah kendala teknis di lapangan, mulai dari perlunya pemantauan langsung terhadap penerima manfaat agar makanan tidak dibawa pulang, lonjakan harga bahan baku pasar, hingga permintaan agar kegiatan inspeksi mendadak (sidak) dilakukan secara persuasif dan bersifat membimbing. 


Penulis : Nuke - Editor : Marwan Hamid

Belum ada Komentar

Posting Komentar

Terima Kasih telah berkunjung ke Pekalongan Media.com, kantor berita Pekalongan. Silahkan tinggalkan komentar anda terkait artikel maupun berita yang baru saja dibaca. Redaksi kami menerima kiriman berita, artikel atau informasi lainnya. Silahkan hubungi kontak kami

Iklan Atas Artikel

motor honda jateng

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel