UIN Gus Dur Pekalongan Gelar Kuliah Umum Kebangsaan Bersama Gus Miftah
PEKALONGANMEDIA.COM - Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan menyelenggarakan Kuliah Umum Kebangsaan pada Jumat, 18 September 2026. Bertempat di Gedung Student Center (GSC), acara bertema “Merawat Kebhinekaan, Mengukuhkan Kemanusiaan, untuk Indonesia yang Humanis” diikuti oleh ratusan mahasiswa dan civitas akademika.
Kuliah umum ini menghadirkan Gus Miftah sebagai pembicara utama untuk membekali mahasiswa dengan wawasan kebangsaan, toleransi, dan nilai kemanusiaan.
Baca Juga : UIN Abdurrahman Wahid Pekalongan Gelar Job Fair 2025, BRI Buka Peluang Karier bagi Talenta Muda
Pentingnya Kebhinekaan di Lingkungan Kampus
Dalam penyampaiannya, pembahasan tidak hanya berfokus pada keragaman suku, agama, budaya, dan bahasa, tetapi juga menekankan peran aktif generasi muda dalam merawat persatuan. Mahasiswa diajak untuk menyadari bahwa keberagaman adalah realitas sehari-hari di kampus, sehingga sikap saling menghargai dan toleransi menjadi kunci utamanya.
Beberapa wujud penerapan nilai kebhinekaan di lingkungan akademik meliputi:
- Menghargai perbedaan pendapat saat berdiskusi.
- Tidak membeda-bedakan teman berdasarkan latar belakang sosial dan budaya.
- Menunjukkan empati dan kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan bantuan.
Baca Juga : Lunturnya Nasionalisme Pada Generasi Muda
Tantangan Etika Digital dan Media Sosial
Di era pesatnya perkembangan teknologi, mahasiswa juga diingatkan akan tantangan menjaga persatuan di ruang digital. Informasi dan potensi disinformasi dapat menyebar dengan sangat cepat.
Oleh karena itu, generasi muda dituntut untuk lebih bijak dalam menyaring informasi serta menjaga etika bermedia sosial—termasuk menghindari ujaran kebencian dan tidak saling menyerang saat terjadi perbedaan pandangan di dunia maya.
Diskusi Interaktif dan Antusiasme Peserta
Suasana kegiatan berlangsung hidup dari awal pembukaan hingga akhir acara. Antusiasme ratusan peserta terlihat jelas pada sesi tanya jawab, di mana mahasiswa secara aktif berdiskusi langsung dengan Gus Miftah mengenai isu kebangsaan dan tantangan kehidupan sehari-hari.
Baca Juga : Membangun Harmoni Dalam Masyarakat Multikultural
Keseruan acara makin bertambah dengan adanya pemberian doorprize berupa uang tunai bagi peserta yang aktif berpartisipasi, menjadikan kegiatan ini tidak hanya edukatif tetapi juga interaktif.
Melalui Kuliah Umum Kebangsaan ini, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan berharap pesan-pesan toleransi dan kemanusiaan tidak berhenti sebagai wacana akademik saja, melainkan diwujudkan dalam tindakan nyata di kehidupan bermasyarakat.
Penulis : Ashila Mutiara Kartika - Editor : Tim Redaksi
Belum ada Komentar
Posting Komentar