10 Ribu Nasi Megono Dibagikan di Syawalan Linggoasri, Sukirman Ajak Lestarikan Tradisi Kuliner Pekalongan

10 ribu nasi megono di syawalan linggo asri

PEKALONGANMEDIA.COM – Perayaan Syawalan di Kabupaten Pekalongan kembali berlangsung meriah melalui kegiatan Harmoni Syawalan Megono yang digelar di objek wisata Linggoasri, Kecamatan Kajen, Jumat (27/03/2026). Dalam kegiatan tersebut, sekitar 10.000 bungkus nasi megono dibagikan kepada masyarakat.

Acara tahunan yang digelar Pemerintah Kabupaten Pekalongan itu dibuka langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan Sukirman dan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta berbagai unsur pemerintahan daerah.

Kegiatan Syawalan tahun ini juga dimeriahkan dengan lomba kreasi sajian megono yang diikuti oleh perwakilan dari 19 kecamatan se-Kabupaten Pekalongan. Selain menampilkan inovasi kuliner khas daerah, acara juga diramaikan oleh para pelaku kuliner legendaris dan hiburan musik yang menarik perhatian pengunjung.

Baca Juga : Garang Asem Haji Masduki: Rekomendasi Kuliner Legendaris di Pekalongan Sejak 1952

Dalam lomba tersebut, Kecamatan Karangdadap berhasil meraih juara pertama, disusul Kecamatan Paninggaran sebagai juara kedua dan Kecamatan Karanganyar sebagai juara ketiga.

Sementara itu, juara harapan I diraih Kecamatan Bojong, juara harapan II Kecamatan Siwalan, dan juara harapan III Kecamatan Kesesi. Panitia juga memberikan penghargaan kepada Kecamatan Wiradesa sebagai juara terinovatif dan Kecamatan Paninggaran sebagai juara terfavorit.

Penghargaan kepada para pemenang diserahkan langsung oleh Plt Bupati Pekalongan Sukirman bersama Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan,Galuh Kirana Sukirman.

Dalam sambutannya, Sukirman menegaskan bahwa tradisi Syawalan Megono memiliki nilai budaya yang kuat karena menjadi sarana mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus menjaga warisan kuliner khas daerah.

Baca Juga : Kuliner Malam Pekalongan: Nasi Megono Rindu Malam di Jalan Urip Sumoharjo yang Bikin Kangen

Sajian sego megono tidak hanya sekadar makanan khas, tetapi juga bagian dari identitas budaya masyarakat Pekalongan yang perlu terus dilestarikan.

“Tradisi ini sudah diwariskan oleh para leluhur kita. Syawalan menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus nguri-nguri budaya agar tetap hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mempromosikan kuliner khas daerah tersebut agar semakin dikenal luas, bahkan hingga tingkat nasional.

“Sego megono dan tradisi Syawalan ini harus terus kita sosialisasikan agar tetap lestari dan bisa menjadi daya tarik wisata kuliner di Kabupaten Pekalongan,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, termasuk dalam bidang pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.


Penulis : Nuke - Editor : Pratiwi

Belum ada Komentar

Posting Komentar

Terima Kasih telah berkunjung ke Pekalongan Media.com, kantor berita Pekalongan. Silahkan tinggalkan komentar anda terkait artikel maupun berita yang baru saja dibaca. Redaksi kami menerima kiriman berita, artikel atau informasi lainnya. Silahkan hubungi kontak kami

Iklan Atas Artikel

yamaha

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel