Rumah BUMN Telkom Pekalongan Dorong Ekonomi Kreatif Syariah Lewat Podcast Edukatif
Pekalongan Media, Ekonomi - Sebagai pusat pembinaan UMKM sekaligus simpul kolaborasi lintas sektor, Rumah BUMN Telkom Pekalongan terus memperkuat perannya dalam pengembangan ekonomi lokal melalui pendekatan pentahelix. Pendekatan ini menekankan sinergi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media sebagai fondasi utama dalam membangun ekosistem ekonomi yang berkelanjutan.
Melalui kolaborasi multipihak tersebut, pembinaan UMKM tidak hanya difokuskan pada peningkatan kapasitas teknis usaha, tetapi juga mencakup penguatan literasi, nilai, serta narasi ekonomi kreatif yang selaras dengan karakter dan potensi masyarakat lokal.
Baca Juga : Sinergi Agen BRILink dan BUMDes Dorong Ekonomi Desa dan Inklusi Keuangan
Salah satu implementasi nyata dari pendekatan pentahelix ini diwujudkan melalui penyelenggaraan podcast edukatif #RBisik. Pada salah satu episodenya, Rumah BUMN Telkom Pekalongan menghadirkan Dr. Kuat Ismanto, dosen Ekonomi Kreatif dari UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, sebagai narasumber dengan tema Ekonomi Kreatif dalam Perspektif Syariah dan Pariwisata Halal. Podcast ini menjadi ruang dialog yang menjembatani perspektif akademik dengan realitas yang dihadapi pelaku UMKM di lapangan.
Dalam diskusi tersebut, Dr. Kuat menegaskan bahwa ekonomi kreatif memiliki peran strategis sebagai sumber inovasi sekaligus pembentuk identitas daerah. Ia menyoroti peran generasi muda, khususnya mahasiswa, sebagai aktor kunci dalam pengembangan ekonomi kreatif karena kreativitas tinggi, akses informasi yang luas, serta kemampuan adaptasi yang cepat terhadap perubahan tren.
Baca Juga : Kolaborasi BRI dan Dekranasda Pekalongan Dorong UMKM Berdaya Saing Lewat BRIncubator Local 2025
“Anak muda dan mahasiswa itu bukan hanya target ekonomi kreatif, tapi justru motor utamanya. Mereka punya ide, punya energi, dan lebih cepat membaca perubahan,” ujar Dr. Kuat.
Pembahasan juga mengulas bagaimana ekonomi kreatif dapat tumbuh sejalan dengan prinsip syariah. Menurut Dr. Kuat, nilai-nilai syariah justru dapat menjadi fondasi etika bisnis yang memperkuat legitimasi produk kreatif, mulai dari proses produksi hingga dampak sosial yang dihasilkan. Kreativitas, kata dia, tetap dapat berkembang secara optimal tanpa meninggalkan prinsip moral, sehingga inovasi yang lahir membawa manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Selain peluang, diskusi turut menyoroti sejumlah tantangan dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis syariah, seperti rendahnya literasi halal yang komprehensif, lemahnya branding produk, serta keterbatasan akses pasar. Dalam konteks inilah podcast diposisikan sebagai media edukasi publik yang membantu pelaku UMKM memahami arah pengembangan usaha sekaligus merespons perubahan preferensi konsumen di era digital.
Baca Juga : Rumah BUMN BRI Dorong Difabel Produktif Lewat Pelatihan Batik Ekologis dan Digital Marketing
Topik pariwisata halal juga menjadi bagian penting dalam perbincangan. Dr. Kuat menekankan bahwa pariwisata halal tidak semata soal label, melainkan menyangkut pengalaman wisata yang aman, bersih, ramah keluarga, dan sesuai nilai. Pekalongan dinilai memiliki potensi besar melalui kekayaan budaya, batik, kuliner, serta komunitas kreatif yang dapat diintegrasikan dalam pengembangan desa wisata halal.
Dalam konteks tersebut, ekonomi kreatif berperan sebagai penguat ekosistem pariwisata melalui produk kriya, fesyen Muslim, kuliner halal, hingga konten digital dan storytelling budaya. Peran media digital pun disorot sebagai instrumen strategis untuk menjangkau wisatawan milenial Muslim yang cenderung mencari pengalaman autentik, visual menarik, serta narasi yang mudah dibagikan di media sosial.
Rumah BUMN Telkom Pekalongan memanfaatkan media digital tidak hanya sebagai sarana promosi, tetapi juga sebagai ruang literasi, komunikasi publik, dan perluasan jejaring pentahelix. Pelaksanaan program podcast ini mendapat dukungan penuh dari jajaran manajemen Rumah BUMN Pekalongan.
Baca Juga : Dekranasda Kota Pekalongan Gelar Pelatihan Desain Fashion
Herbriawan Wiratama, CEO Rumah BUMN Jawa Tengah, berperan dalam mengarahkan strategi program agar selaras dengan upaya penguatan literasi ekonomi kreatif dan pembinaan UMKM. Sementara itu, Nurul Qamariyah menegaskan bahwa podcast diposisikan sebagai bagian dari strategi berbasis konten untuk meningkatkan nilai tambah UMKM, memperluas akses pasar, serta mendorong adaptasi pelaku usaha terhadap tren industri kreatif. Dari sisi tata kelola, program ini juga dirancang agar berkelanjutan dan mampu menciptakan dampak ekonomi yang inklusif.
Melalui podcast bertema Ekonomi Kreatif dalam Perspektif Syariah dan Pariwisata Halal, Rumah BUMN Telkom Pekalongan menunjukkan praktik pentahelix yang aktif dan kontekstual. Kolaborasi bersama akademisi memperkuat landasan pemikiran bagi UMKM dan masyarakat, sementara pemanfaatan media digital memperluas jangkauan edukasi serta membangun komunikasi publik yang efektif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif daerah.
Belum ada Komentar
Posting Komentar