Hadiri Haflah ke-14 Al Fusha, Bupati Fadia Arafiq Kagum Terhadap Kreatifitas Ponpes

PEKALONGAN MEDIA, KEDUNGWUNI - Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, mengungkapkan kekagumannya atas peran Al Fusha dalam mendidik generasi muda Pekalongan menjadi anak-anak yang baik, hebat, dan berguna bagi bangsa dan negara saat acara Haflah ke-14 Al Fusha di Kedungwuni, Sabtu 26 April 2025.

"Jujur saya terkagum-kagum bahwa Al Fusha ini ada di Kabupaten Pekalongan, membantu saya sebagai Bupati mendidik anak-anak kami menjadi generasi yang luar biasa," ungkap Fadia.

Baca Juga : Wakil Bupati Sukirman Ajak Muhammadiyah Sinergikan Program

Sebagai pemimpin daerah, dirinya sangat memperhatikan kualitas pesantren di wilayah Kabupaaten Pekalongan, bahkan tak segan menegur atau menutup pesantren yang dinilai bermasalah. Namun, selama satu periode kepemimpinannya dan berlanjut hingga ke periode kedua kepemimpinannya, Pondok Pesantren Al Fusha dinilai bersih dari persoalan dan justru menjadi kebanggaan tersendiri, 

"Alhamdulillah, sampai saat ini tidak pernah terdengar sedikitpun ada cacat dari Al Fusha. Malah menjadi kebanggaan kami, karena santri-santrinya banyak yang melanjutkan studi dan berkarier hingga ke luar negeri," tambahnya.

Baca Juga : Wabup Sukirman : 29 Tahun Usia Otonomi Daerah (OTDA) Momentum Memperkuat Konsolidasi

Fadia juga berpendapat bahwa Al Fusha merupakan pondok pesantren yang mampu memadukan pendidikan umum dan agama dengan baik, sehingga akan memberikan manfaat untuk para orang tua dengan memberikan bekal luar biasa untuk anak-anak, tidak hanya di dunia, tetapi juga untuk akhirat, 

"Mau seberapapun uang yang kita punya kalau orang tuanya sudah meninggal kita tidak bisa kirim uang. Kita gak bisa kirim apapun kecuali kirim doa, dan doa itu tidak bisa begitu saja tercipta dan anak-anak kita bisa mendoakan kita, kalau bukan kita yang menciptakan,” ucapnya.

Baca Juga : Belum Bisa Memberikan yang Terbaik, Fadia Arafiq Minta Maaf Kepada Masyarakat Kabupaten Pekalongan

Kreativitas Al Fusha juga patut diacungi jempol dalam mengajarkan seni kepada para santri, seperti drama, musik, dan tari, dengan tetap berlandaskan nilai-nilai Islam. Ia berharap metode ini bisa membekali para santri menghadapi dunia luar tanpa meninggalkan nilai keislaman mereka. 

Penulis : Nuke | Editor : Marwan

Belum ada Komentar

Posting Komentar

Terima Kasih telah berkunjung ke Pekalongan Media.com, kantor berita Pekalongan. Silahkan tinggalkan komentar anda terkait artikel maupun berita yang baru saja dibaca. Redaksi kami menerima kiriman berita, artikel atau informasi lainnya. Silahkan hubungi kontak kami

Iklan Atas Artikel

yamaha

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

iklan pekalongan media