Peringatan Hari Jadi ke-404 Pekalongan Bertepatan Maulid Nabi, Pemkab Targetkan Tahun Infrastruktur 2027
PEKALONGANMEDIA.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan memadukan peringatan Hari Jadi ke-404 dengan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di halaman Pendopo Bupati Pekalongan pada Selasa (26/8/2026) malam. Momentum religius ini dihadiri dai kondang Dr. M. Subki Al-Buqhury, Prof. Dr. K.H. Sam'ani Sya'roni dari UIN Gus Dur, serta iringan selawat Babul Musthofa pimpinan Gus Ahmad Mujtaba.
Baca Juga : 3 Santriwati Terluka Saat Kunjungi Puncak Peringatan Maulid di Kanzus Sholawat
Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, menyatakan kebahagiaannya atas penyatuan dua agenda besar tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara ikhtiar kerja keras dan dukungan doa para ulama menjadi fondasi utama daerah dalam menghadapi berbagai dinamika pembangunan.
Pencapaian Daerah dan Fokus Infrastruktur 2027
Di tengah capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pekalongan yang menembus posisi 15 besar se-Jawa Tengah, perbaikan sarana publik tetap menjadi perhatian utama. Pemkab telah memetakan pembenahan akses jalan sebagai prioritas strategis mendatang.
- Fokus 2027: Penetapan tahun 2027 sebagai "Tahun Infrastruktur" guna meperbaiki ruas jalan rusak di berbagai wilayah.
- Peran Ulama: Penguatan sinergi antara pemerintah, kiai, dan masyarakat untuk menjaga kondusivitas serta keberkahan daerah.
Baca Juga : Kanzus Sholawat Kota Pekalongan Kembali Gelar Nikah Gratis, Diikuti 20 Pasangan Pengantin
Penataan UMKM dan Penertiban PAD
Selain perbaikan fisik, Pemkab Pekalongan memperketat tata kelola sektor ekonomi kerakyatan pasca-penyelenggaraan Pekan Raya Kajen. Langkah ini diambil untuk memastikan pertumbuhan Usaha Kecil dan Menengah (UKM/UMKM) berjalan adil dan legal.
"Setiap retribusi dan sewa lapak harus masuk ke kas negara secara resmi. Tidak boleh lagi ada praktik sewa liar yang menguntungkan pihak-pihak tertentu," tegas Sukirman.
Guna mengawal kebijakan ini, Satuan Tugas (Satgas) khusus dilibatkan untuk menata kawasan UMKM di Kedungwuni dan Kajen. Skema ini diharapkan tidak hanya merapikan tata kota, tetapi juga mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara signifikan demi kesejahteraan masyarakat Pekalongan.
Penulis : Nuke - Editor : Pratiwi
Belum ada Komentar
Posting Komentar